Connect with us

Polres Pelabuhan Makassar bersama Stakeholder Siap Amankan Puncak Cap Go Meh “Jappa Jokka” 2023

Published

on

Kitasulsel, Makassar— Untuk menjaga Harkamtibmas, jelang Cap Go Meh Polres Pelabuhan Makassar menggelar rapat koordinasi dengan Stakeholder, panitia Jappa Jokka serta pengurus Vihara/ Klenteng, Selasa (31/01/2023)

“Rakor ini dipimpin Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Yudi Frianto didampingi Wakapolres Kompol Sugeng Suprijanto”Ucap Kasi Humas AKP Mirwan Herlambang

“Cap Go Meh yang merupakan puncak perayaan tahun baru Imlek kali ini bakal digelar pasal Minggu 5 Februari mendatang dan nantinya sebanyak 420 personel gabungan yang akan dilibatkan dalam acara tersebut”terangnya

“Acara ini dikemas dalam bentuk pesta rakyat berupa pertunjukkan Barongsai, pasar malam dengan jajanan kuliner khas Cina Makassar dan akan ada penutupan jalan sepanjang jalan sulawesi yaitu dari jalan sangir sampai jalan Riburane itu disterilisas. Tentunya nanti akan ada rekayasa maupun pengaturan lalulintas”jelas Kasi Humas Polres Pelabuhan Makassar.(*)

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending