Connect with us

Silaturahmi Kapolrestabes Makassar, Pimpinan DPRD Siap Kolaborasi

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Pimpinan DPRD Kota Makassar menerima kunjungan Silaturahmi Kapolrestabes Makassar yang baru, Kombes Mokhamad Ngajib di Ruang Ketua DPRD Kota Makassar, Selasa (18/04/2023).

Kombes Mokhamad Ngajib diterima langsung Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo, Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali dan Andi Nurhaldin melakukan bincang terkait kolaborasi dengan DPRD Makassar.

 

 

Kombes Mokhamad Ngajib dalam kesempatan ini, meminta masukan dan kolaborasi dengan DPRD Kota Makassar. Salah satunya terkait unjuk rasa. Pihaknya berharap ada perubahan dalam menyampaikan aspirasi yang lebih humanis tanpa kekerasan.

Ketua DPRD Kota Makassar Rudianto Lallo SH, menyampaikan bahwa pihaknya siap dan selalu bersedia menerima aspirasi dari masyarakat karena anggota dewan telah di jadwalkan senin sampai jumat secara bergiliran menerima aspirasi masyarakat.

“Inti dari silahturahmi pada hari ini mengharapkan kolaborasi dalam menangani dan mengantisipasi kerawanan sosial di kota makassar,” ungkapnya.

Rudianto lallo juga mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan silahturahmi yang dibangun antara kepolisian dan Anggota DPRD kota makassar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending