Connect with us

NEWS

Kemenag Siapkan Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah Terdampak Gempa NTT

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan ruang belajar sementara bagi madrasah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut menjadi bagian dari respons tanggap darurat untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah proses pemulihan bangunan pendidikan yang mengalami kerusakan.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, mengatakan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan membutuhkan waktu. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menghentikan layanan pendidikan bagi para siswa terdampak bencana.

“Pemulihan sarana pendidikan memang membutuhkan waktu, tetapi layanan pembelajaran harus tetap berjalan selama proses pemulihan itu,” kata Amien Suyitno saat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, penyediaan ruang belajar sementara akan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Tenda atau fasilitas pembelajaran darurat harus ditempatkan di lokasi yang benar-benar aman dan tidak berdekatan dengan bangunan maupun struktur yang berpotensi roboh.

BACA JUGA  Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Harus Jadi Ruang Paling Aman bagi Anak

Kemenag, kata Suyitno, ingin memastikan para siswa dapat kembali mengikuti proses pembelajaran tanpa mengabaikan keselamatan mereka setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah di NTT.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, M. Arskal Salim, menegaskan penanganan satuan pendidikan terdampak bencana harus didasarkan pada data yang telah diverifikasi secara akurat.

“Respons tanggap darurat harus berbasis kebutuhan. Karena itu, verifikasi dan pemutakhiran data terus dilakukan agar dukungan yang diberikan tepat sasaran,” ujar Arskal.

Berdasarkan pendataan sementara, Kemenag mencatat sebanyak 72 RA dan madrasah terdampak gempa yang tersebar di tujuh kabupaten di NTT. Dari jumlah tersebut, 32 satuan pendidikan dengan total 5.523 siswa masuk dalam kategori Prioritas I.

BACA JUGA  OJK Siapkan Aplikasi Anti-Scam, Ditargetkan Meluncur Akhir 2026 untuk Lindungi Masyarakat dari Penipuan Digital

Madrasah yang masuk Prioritas I merupakan satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat hingga rusak total, serta menghadapi gangguan signifikan terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.

Selain menyiapkan ruang belajar sementara, Kemenag juga melakukan pemetaan kebutuhan perlengkapan sekolah atau school kit bagi para siswa dan satuan pendidikan terdampak. Jumlah bantuan yang akan disalurkan masih menunggu hasil verifikasi penerima di lapangan agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Selanjutnya, Kemenag akan memperkuat koordinasi dengan jajaran pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menindaklanjuti kebutuhan madrasah yang masuk kategori Prioritas I. Pada saat yang sama, pembaruan data juga terus dilakukan terhadap satuan pendidikan yang masuk dalam kategori Prioritas II.

BACA JUGA  Pernyataan Hotman Paris soal Kasus Febrie Adriansyah Tuai Kritik, DPR, Istana hingga Dewan Pers Buka Suara

Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak gempa NTT, sekaligus memastikan ribuan siswa tetap mendapatkan haknya untuk belajar di tengah kondisi darurat.

Kemenag menilai keberlanjutan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam fase tanggap darurat bencana. Karena itu, penyediaan fasilitas belajar sementara, pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah, serta pendataan kerusakan akan terus dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi hingga proses pemulihan sarana pendidikan dapat diselesaikan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending