Connect with us

Entertainment

Green Day Kembali Serang Trump Lewat Lirik, “American Idiot” Diubah Jadi “Fucking Donald Trump”

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Group musik Green Day kembali menggunakan musik sebagai senjata protes. Lagu American Idiot yang telah berusia lebih dari dua dekade terus mereka hidupkan dengan perubahan lirik dan seruan politik yang menyasar Donald Trump.

Salah satu momen paling mencolok terjadi saat vokalis Billie Joe Armstrong tampil bersama Green Day di Rock Werchter Festival, Belgia, pada 4 Juli 2025. Di tengah konser yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, Armstrong memimpin ribuan penonton meneriakkan “Fuck Donald Trump”.

Namun, serangan Green Day terhadap Trump tidak berhenti pada teriakan tersebut. Dalam American Idiot, Armstrong mengubah lirik asli “I’m not a part of a redneck agenda” menjadi “I’m not a part of the MAGA agenda”. Perubahan itu secara langsung merujuk pada slogan Make America Great Again yang menjadi identitas politik Trump.

BACA JUGA  Siap-Siap ! PAW Patrol Kembali ke Bioskop, Tontonan Spesial untuk Anak-Anak yang Gemar Petualangan dan Dinosaurus

Perubahan lirik tersebut pertama kali kembali menjadi sorotan besar ketika Green Day membawakan American Idiot dalam acara Dick Clark’s New Year’s Rockin’ Eve pada malam Tahun Baru 2023. Alih-alih menyanyikan versi asli, Armstrong mengganti satu baris lirik tersebut dengan “MAGA agenda”, membuat pesan politik lagu itu terasa jauh lebih langsung.

Mengapa Green Day memprotes Trump? Jawabannya berakar pada karakter American Idiot itu sendiri. Lagu yang dirilis pada 2004 tersebut sejak awal merupakan kritik terhadap situasi politik dan budaya Amerika pada era George W. Bush, termasuk suasana pasca-9/11 dan Perang Irak. Green Day memang memiliki sejarah panjang menggunakan musik sebagai bentuk perlawanan terhadap kekuasaan dan isu politik yang mereka tentang

BACA JUGA  RRQ RYU Masih Berjuang! Harapan Indonesia di PUBG Mobile World Cup 2026 Belum Berakhir

Karena itu, ketika Trump kembali menjadi tokoh dominan dalam politik Amerika, Armstrong membawa semangat protes yang sama ke panggung. Liriknya disesuaikan agar kritik tersebut tidak lagi hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi mengenai politik Amerika yang sedang berlangsung.

Bahkan sasaran lirik American Idiot kemudian dapat berubah mengikuti situasi. Pada 2025, saat tampil di Calabash Festival di Johannesburg, Afrika Selatan, Armstrong mengganti lirik yang sama menjadi “I’m not a part of an Elon agenda”, menyindir Elon Musk yang saat itu semakin dekat dengan pemerintahan Trump.

Dari Bush hingga Trump dan kemudian Musk, Green Day seolah menolak membiarkan American Idiot menjadi sekadar lagu nostalgia. Liriknya boleh berubah, tetapi semangat protesnya tetap sama.

BACA JUGA  PS6 (PlayStation) Makin Dekat, Tapi Ada Kabar yang Bikin Gamer Waswas soal Harganya

Dan ketika Armstrong meneriakkan “Fuck Donald Trump” bersama penonton di Rock Werchter, pesan tersebut terdengar jauh lebih keras: bagi Green Day, panggung bukan hanya tempat memainkan musik, tetapi juga ruang untuk menyampaikan sikap terhadap politik yang mereka anggap bermasalah.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending