Sulsel Keren
Sinrilik Terancam Hilang Ditelan Zaman, Cerita Leluhur Makassar Kalah Bersaing dengan Layar Ponsel

KITASULSEL — MAKASSAR — Di tengah kebiasaan masyarakat menikmati cerita melalui layar ponsel, seni bertutur Sinrilik menghadapi tantangan besar. Tradisi lisan masyarakat Makassar yang dahulu hadir dalam berbagai kegiatan sosial kini berhadapan dengan perubahan selera hiburan dan semakin terbatasnya regenerasi penutur.
Sinrilik bukan sekadar seni bercerita. Tradisi ini menyampaikan kisah melalui lantunan berirama, terkadang diiringi alat musik gesek tradisional bernama sinriliq atau kesok-kesok. Cerita yang dibawakan dapat memuat sejarah, kepahlawanan, percintaan, petuah, hingga nilai kehidupan masyarakat Makassar.
Pada masa lalu, Sinrilik kerap hadir dalam acara perkawinan, sunatan, pesta panen, hingga perayaan rumah baru. Penutur Sinrilik atau passinrilik menjadi penghubung antara cerita masa lalu dan masyarakat yang mendengarkannya.
Namun, ruang hidup kesenian ini tidak lagi sebesar dahulu. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan mencatat bahwa minat terhadap Sinrilik dan jumlah pelakunya mengalami penurunan, seiring hadirnya berbagai bentuk hiburan baru yang menggantikan fungsi kesenian tersebut dalam acara masyarakat.
Tantangan itu bukan hanya soal mempertahankan pertunjukan. Ketika penutur semakin terbatas dan cerita tidak terdokumentasi dengan baik, pengetahuan tentang bahasa, sejarah, serta pandangan hidup yang terkandung di dalamnya berisiko ikut terputus.
Salah satu cerita Sinrilik yang dikenal luas adalah Kappalak Tallung Batua. Kisah-kisah semacam ini menyimpan jejak sejarah dan nilai budaya yang diwariskan melalui tuturan, bukan semata-mata melalui tulisan.
Sekolah Sinrilik Jadi Upaya Regenerasi
Upaya menjaga tradisi tersebut mulai diperkuat di Kabupaten Gowa. Pada 2 Mei 2026, Sekolah Sinrilik Angkatan I dibuka di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng.
Program ini menjadi ruang pembelajaran bagi calon penerus untuk mengenal teknik bertutur, memahami makna cerita, serta menjaga tradisi agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan bahwa Sinrilik menyimpan sejarah, nilai kepahlawanan, dan etika hidup masyarakat Gowa. Karena itu, pelestariannya membutuhkan keterlibatan generasi muda, bukan hanya dukungan pemerintah.
Selain pembelajaran langsung, dokumentasi audio dan video, pengarsipan cerita, serta pengenalan Sinrilik di sekolah dapat memperluas akses masyarakat terhadap warisan tersebut.
Teknologi digital bahkan bisa menjadi ruang baru bagi Sinrilik untuk dikenal. Rekaman pertunjukan, cerita dengan terjemahan, hingga materi pembelajaran daring dapat membantu generasi muda mengenal tradisi ini tanpa harus selalu menunggu pertunjukan langsung.
Meski demikian, dokumentasi saja tidak cukup. Sinrilik perlu tetap dituturkan, dipelajari, dan diberi ruang dalam kehidupan masyarakat agar tidak berhenti sebagai arsip budaya.
Tantangan terbesar bukan semata-mata menghadapi ponsel atau hiburan modern, melainkan memastikan bahwa generasi berikutnya masih memiliki kesempatan untuk mendengar, memahami, dan meneruskan cerita leluhurnya.
Jika regenerasi tidak berjalan, yang hilang bukan hanya sebuah pertunjukan tradisional. Bersamanya, masyarakat Makassar berisiko kehilangan salah satu cara untuk menyimpan sejarah, menyampaikan nilai kehidupan, dan mengenali identitas budayanya sendiri.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login