Connect with us

Business

BI Siapkan Transformasi Pengelolaan Rupiah di Tengah Pesatnya Transaksi Digital

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Bank Indonesia (BI) terus melakukan pembaruan dalam pengelolaan uang rupiah di tengah semakin pesatnya penggunaan transaksi digital dan pembayaran non-tunai. Transformasi tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai tetap terpenuhi sekaligus menjawab tantangan industri pengelolaan uang yang terus berkembang.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan, perubahan pola transaksi masyarakat membuat bank sentral perlu menyesuaikan sistem pengelolaan rupiah. Menurutnya, transformasi tersebut dilakukan melalui tiga strategi utama.

“Bank Indonesia melakukan transformasi pengelolaan uang rupiah melalui tiga hal. Pertama, modernisasi jaringan distribusi PUR. Kedua, digitalisasi PUR secara end-to-end. Ketiga, penerapan prinsip sustainability,” ujar Ricky saat membuka Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Distribusi Rupiah hingga Wilayah 3T

Strategi pertama diarahkan pada modernisasi jaringan distribusi rupiah. BI memastikan uang rupiah tersedia dalam jumlah mencukupi, pecahan yang sesuai, kualitas layak edar, serta dapat diterima masyarakat pada waktu dan lokasi yang dibutuhkan.

Untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), BI memperkuat kerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

BACA JUGA  OJK Pastikan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Siap Beroperasi 1 Januari 2027

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau tetap memperoleh akses terhadap uang rupiah.

Ricky menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AL dalam mendistribusikan rupiah hingga kawasan 3T. Kerja sama tersebut bahkan memperoleh penghargaan Central Banking Award kategori Currency Initiative.

Pengelolaan Rupiah Berbasis Digital

Selain memperkuat jaringan distribusi, BI juga mendorong digitalisasi pengelolaan rupiah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penyesuaian bank sentral terhadap perubahan lingkungan strategis, termasuk pertumbuhan transaksi non-tunai, perkembangan teknologi, dinamika industri pengelolaan uang, serta meningkatnya tuntutan terhadap pengelolaan yang berkelanjutan.

Ricky mengatakan digitalisasi dibutuhkan agar proses pengelolaan rupiah menjadi semakin efektif dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dorong Pengelolaan Uang yang Ramah Lingkungan

Strategi ketiga berkaitan dengan penerapan prinsip keberlanjutan atau sustainability. Salah satu langkah yang dilakukan BI adalah mengoptimalkan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) agar dapat dimanfaatkan kembali.

BI bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, termasuk PLN Indonesia, Indonesia Power, PLN Nusantara Power, dan PT Solusi Bangun Indonesia dalam penerapan konsep green fuel melalui pemanfaatan limbah uang kertas menjadi energi atau waste to energy.

BACA JUGA  IHSG Diproyeksi Bergerak Sideways Hari Ini, Investor Diminta Cermati Tekanan Jual

Program Rupiah Waste to Worth Collaboration tersebut juga mendapat penghargaan IACA Award kategori Best New Environmental Sustainability Project.

Rupiah Raih Pengakuan Internasional

Transformasi pengelolaan rupiah yang dilakukan BI turut mendapat apresiasi di tingkat internasional. Rupiah Tahun Emisi 2022 meraih penghargaan Best New Banknote Series dalam IACA Award 2023.

Sementara itu, uang kertas pecahan Rp50.000 Tahun Emisi 2022 juga memperoleh pengakuan sebagai salah satu uang kertas dengan tingkat keamanan terbaik di dunia.

Menurut Ricky, berbagai penghargaan tersebut menunjukkan bahwa inovasi dalam pengelolaan rupiah terus berkembang, baik dari sisi desain, keamanan maupun pengelolaannya.

FERBI 2026 Perkuat Kecintaan terhadap Rupiah

Berbagai transformasi tersebut menjadi bagian dari tema yang diangkat dalam Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 di Istora Senayan, Jakarta, mengusung tema “Rupiah Berdaulat, Indonesia Bermartabat.”

BACA JUGA  IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.112, Rupiah Stabil di Rp18.036 per Dolar AS

FERBI tahun ini merupakan penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2022. BI berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang festival, tetapi juga sarana memperkuat kesadaran masyarakat terhadap peran rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Dalam FERBI 2026, BI turut memperkenalkan logo baru yang merepresentasikan semangat kolaborasi, inovasi, dan persatuan dalam menjaga kedaulatan rupiah.

Bank sentral juga menginisiasi Bridge, sebuah forum dialog dan kolaborasi yang mempertemukan bank sentral, pelaku industri, asosiasi pengelolaan rupiah, serta para ahli dari dalam dan luar negeri.

Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari desain uang, upaya pemberantasan uang palsu, modernisasi dan digitalisasi infrastruktur, hingga inovasi pengelolaan uang rupiah di masa mendatang.

FERBI 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan bagi masyarakat, seperti kelas edukasi, talkshow, pameran, championship, dan kegiatan interaktif lainnya.

Ricky berharap momentum tersebut dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap rupiah sekaligus membangun ekosistem pengelolaan uang yang lebih modern, aman, inklusif, dan berkelanjutan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending