Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Kemarau Menguat, Gubernur Andi Sudirman Ajak Warga Sulsel Waspada Kebakaran

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mewaspadai potensi kebakaran yang meningkat seiring menguatnya musim kemarau.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan. Pemerintah pun terus mengintensifkan langkah penanganan dan pencegahan bersama seluruh unsur terkait.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Tana Toraja dengan luas area terdampak mencapai sekitar 15 hektare.

Selain itu, penanganan kebakaran juga dilakukan tim gabungan di sejumlah wilayah lainnya, termasuk kawasan Gunung Enrekang di Kabupaten Enrekang dan wilayah Malino, Kabupaten Gowa.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kehutanan terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di lapangan.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama.

BACA JUGA  HUT RI ke-81, Gubernur Sulsel Serukan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045

“Ayo warga kami tercinta, bersama-sama menjaga lingkungan sekitar serta mencegah dari kebakaran pada daerah dengan kerawanan tinggi,” ajak Andi Sudirman.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran, terutama membakar lahan secara sembarangan maupun membuang benda yang dapat menjadi sumber api.

Menurut Andi Sudirman, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas, khususnya di tengah kondisi cuaca kering.

“Mari kita jaga lingkungan kita bersama. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi dampak kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.

Kewaspadaan terhadap potensi kebakaran semakin penting mengingat kondisi cuaca yang terjadi saat ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyebut fenomena El Nino berada dalam kondisi kuat, sementara puncak musim kemarau 2026 diprediksi terjadi pada Agustus.

BACA JUGA  Hadiri Buka Puasa Bank Indonesia, Sekda Jufri Rahman Sebut BI Banyak Bantu Pemprov Sulsel

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan memperbesar ancaman kebakaran hutan maupun lahan.

Untuk wilayah Sulawesi Selatan, sejumlah daerah juga telah masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Kondisi lahan dan vegetasi yang semakin kering membuat wilayah dengan tingkat kerawanan tertentu menjadi lebih mudah terbakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulawesi Selatan, Kasman, mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, sektor swasta hingga masyarakat.

“Semua unsur terkait, baik itu pemerintah pusat, kemudian dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk keterlibatan semua sektor swasta,” kata Kasman.

Kasman menjelaskan, sejumlah titik kebakaran yang sebelumnya terjadi telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama berbagai unsur di lapangan.

Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan tidak terjadi kebakaran kembali. Monitoring juga dilakukan untuk mendata luas area terdampak serta memberikan edukasi kepada masyarakat di sekitar lokasi.

BACA JUGA  IDAI Sulsel dan TP PKK Provinsi Gaungkan Gerakan Cinta Buku KIA dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2025

“Alhamdulillah, titik-titik tersebut sudah padam dan teman-teman sementara melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk mengevaluasi luasan yang terbakar serta melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam proses penanganan di lapangan, pemerintah juga mendapat dukungan langsung dari kelompok tani dan masyarakat yang ikut membantu upaya pemadaman.

“Kemarin juga kita dibantu oleh kelompok-kelompok tani masyarakat untuk melakukan pemadaman di lapangan,” tambah Kasman.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan terus meningkat, terutama pada masa kemarau.

Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kerja sama seluruh elemen, ancaman kebakaran di Sulawesi Selatan diharapkan dapat dicegah sejak dini demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending