Nasional
Prabowo Tegaskan MBG Berlanjut: Tak Boleh Ada Anak Indonesia Dibiarkan Stunting
Kitasulsel–JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia Indonesia.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan pemerintah tidak boleh menganggap persoalan stunting sebagai kondisi yang wajar. Ia menyoroti masih adanya anak Indonesia yang mengalami gangguan pertumbuhan akibat persoalan gizi.
“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting, kita tidak boleh menerima itu,” tegas Prabowo.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi anak menjadi bagian penting dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Karena itu, pemerintah akan terus menjalankan program MBG dengan melakukan pembenahan agar pelaksanaannya semakin efektif.
“Karena itu saya bertekad teruskan program MBG, tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi,” ujarnya.
Prabowo menilai program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan bagi anak-anak, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang terhadap kualitas generasi penerus bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan kritik keras terhadap pihak yang berupaya mengambil keuntungan secara tidak sah dari pelaksanaan program MBG.
Ia menegaskan tidak boleh ada praktik korupsi dalam program yang menyasar kebutuhan pangan dan gizi anak-anak Indonesia.
“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makanan untuk anak-anak ini adalah orang-orang biadab,” kata Prabowo.
Ia bahkan menyebut tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai kemanusiaan dan tidak layak mendapatkan penghormatan.
“Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” sambungnya.
Presiden menegaskan perbaikan tata kelola dan efisiensi menjadi bagian penting dalam keberlanjutan MBG. Pemerintah diharapkan dapat memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat kepada anak-anak dan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Komitmen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan persoalan gizi dan pencegahan stunting sebagai salah satu agenda penting dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login