Connect with us

Business

Farizon Buka Peluang V8E Cargo Van Jadi Armada Distribusi MBG

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Kendaraan listrik komersial Farizon V8E Cargo Van berpeluang digunakan sebagai armada pendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Peluang tersebut disampaikan Farizon, merek kendaraan niaga asal China yang bisnisnya di Indonesia berada di bawah Arista Group. Perusahaan menilai karakter V8E Cargo Van cukup sesuai untuk kebutuhan pengangkutan dan distribusi makanan.

Director Arista Manufacturing Indonesia, Christoforus Ronny, mengatakan opsi pemanfaatan V8E sebagai kendaraan distribusi MBG masih terbuka. Namun, hingga saat ini belum ada pihak yang secara resmi menghubungi Farizon terkait kebutuhan armada untuk program tersebut.

“Masih mungkin (untuk mobil MBG). Tinggal mereka bikin rak-rak di dalam, MBG sebenarnya kan delivery juga. Belum ada yang ngehubungin ke arah sana karena kami baru produksi lokal bulan ini,” ujar Ronny saat ditemui di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, V8E sejak awal dirancang sebagai kendaraan komersial yang memiliki fungsi utama untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi. Karena itu, kendaraan tersebut dinilai memiliki fleksibilitas untuk disesuaikan dengan kebutuhan operasional MBG.

Bisa Dimodifikasi Sesuai Kebutuhan

Ronny menjelaskan kendaraan komersial umumnya membutuhkan konfigurasi berbeda sesuai jenis barang yang diangkut. Karena itu, Farizon menggandeng sejumlah perusahaan karoseri lokal untuk memberikan pilihan modifikasi kepada konsumen.

BACA JUGA  IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.112, Rupiah Stabil di Rp18.036 per Dolar AS

Kerja sama dengan perusahaan karoseri dinilai penting karena kendaraan niaga tidak selalu digunakan dalam konfigurasi standar yang diberikan pabrikan.

“Ngomongin komersial tidak jauh harus bekerja sama dengan karoseri. Banyak spesifikasi kustom yang diperlukan konsumen. Kami sudah bekerja sama dengan beberapa karoseri,” jelasnya.

Untuk V8E Cargo Van, Farizon telah menyiapkan opsi modifikasi untuk kebutuhan distribusi yang memerlukan pengaturan suhu. Kendaraan tersebut dapat dikembangkan dengan konfigurasi freezer maupun chiller.

Konsep tersebut dinilai relevan untuk berbagai jenis distribusi makanan maupun barang yang membutuhkan kondisi penyimpanan tertentu selama perjalanan.

Dengan karakter sebagai kendaraan listrik komersial, V8E juga berpotensi digunakan untuk aktivitas distribusi dalam wilayah perkotaan. Namun, penggunaan sebagai armada MBG nantinya tetap harus menyesuaikan kebutuhan operasional dan ketentuan yang berlaku.

Produksi Lokal di Purwakarta

Farizon V8E Cargo Van menjadi model pertama Farizon yang dirakit secara lokal di PT Handal Indonesia Motors (HIM), Purwakarta, Jawa Barat.

Produksi lokal tersebut menjadi bagian dari strategi Farizon memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan niaga listrik Indonesia.

Dengan produksi di dalam negeri, perusahaan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan kendaraan sesuai karakteristik kebutuhan pasar Indonesia, termasuk kebutuhan kendaraan logistik dan distribusi.

Selain V8E Cargo Van, Farizon juga menyiapkan model kendaraan niaga listrik lainnya untuk diproduksi secara lokal.

BACA JUGA  BI Siapkan Transformasi Pengelolaan Rupiah di Tengah Pesatnya Transaksi Digital

Salah satunya adalah F3E Super Cargo, kendaraan pikap listrik yang dijadwalkan mulai dirakit secara lokal pada bulan berikutnya.

Seperti V8E, F3E Super Cargo juga akan menawarkan fleksibilitas penggunaan melalui pilihan karoseri.

Konsumen nantinya dapat menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan operasional, termasuk menggunakan karoseri box, freezer, maupun bentuk lain sesuai fungsi yang dibutuhkan.

Bisa Digunakan untuk Berbagai Sektor

Farizon melihat kendaraan listrik komersial tidak hanya memiliki potensi untuk sektor logistik umum. Dengan dukungan karoseri, kendaraan dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan khusus.

Pada model Farizon Super Van (SV), misalnya, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan karoseri yang memiliki keahlian dalam pembuatan kendaraan ambulans.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kendaraan komersial Farizon dapat dikembangkan menjadi kendaraan dengan fungsi khusus sesuai kebutuhan konsumen.

Pendekatan serupa juga memungkinkan diterapkan pada kebutuhan distribusi makanan dalam program MBG apabila nantinya terdapat permintaan resmi dari pihak terkait.

Untuk kebutuhan MBG, kendaraan dapat disesuaikan dengan penambahan rak atau konfigurasi khusus agar proses membawa makanan dari lokasi produksi menuju titik distribusi dapat berlangsung lebih efektif.

Meski demikian, Ronny menegaskan setiap proses modifikasi kendaraan tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Modifikasi melalui perusahaan karoseri harus mengikuti aturan pemerintah.

BACA JUGA  Bank Mandiri Bukukan Laba Rp30,4 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 24,4 Persen

“Semua proses karoseri harus melewati Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB) dari pemerintah,” tegasnya.

Menunggu Permintaan untuk Armada MBG

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program pemerintah yang membutuhkan dukungan sistem distribusi yang memadai. Distribusi makanan dalam jumlah besar membutuhkan kendaraan yang mampu menjaga keamanan dan kualitas makanan hingga sampai ke penerima.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi kendaraan komersial, termasuk kendaraan listrik, untuk mengambil bagian dalam rantai distribusi MBG.

Namun, Farizon hingga kini masih menunggu adanya permintaan dari pihak yang menangani kebutuhan armada program tersebut.

Perusahaan juga baru memulai produksi lokal V8E Cargo Van pada Agustus 2026 sehingga fokus awal masih diarahkan pada pengembangan pasar dan produksi kendaraan niaga listrik di Indonesia.

Jika nantinya terdapat kebutuhan resmi, V8E dapat dikustomisasi agar memenuhi spesifikasi distribusi makanan. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan Farizon untuk memasuki berbagai sektor kendaraan komersial di Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya kendaraan listrik di sektor niaga, peluang penggunaan V8E Cargo Van sebagai armada distribusi MBG sekaligus menunjukkan terbukanya pemanfaatan teknologi kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan logistik dan pelayanan publik.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending